Doraemon, Tom and Jerry, sampai video iklan yang sering muncul di media sosial Anda, semuanya memakai teknik yang sama: animasi 2D. Meski tren animasi 3D dan video berbasis AI terus berkembang, gaya dua dimensi ini tetap bertahan, bahkan untuk kebutuhan bisnis modern sekalipun.
Artikel ini mengupas animasi 2D secara menyeluruh: pengertiannya, sejarah singkatnya, jenis dan tekniknya, sampai alasan banyak bisnis masih mengandalkannya hari ini.
Apa Itu Animasi 2D?
Animasi 2D adalah karya visual bergerak yang terbentuk dari rangkaian gambar dua dimensi, yaitu gambar dengan sumbu lebar dan tinggi saja, tanpa unsur kedalaman. Dengan kata lain, setiap objek di dalamnya hanya tampak dari satu sisi, seperti gambar datar yang bergerak secara berurutan sehingga menciptakan ilusi gerak.
Banyak orang mengartikan istilah “animasi 2D adalah” lawan dari animasi 3D, yang menambahkan dimensi kedalaman pada objeknya. Karena hanya memakai dua sumbu, animator bisa menghasilkan animasi 2D lebih cepat dan dengan biaya yang lebih terjangkau ketimbang animasi 3D.
Sejarah Singkatnya
Animasi dua dimensi punya sejarah panjang, jauh sebelum era digital. Pada akhir abad ke-19, penemuan film seluloid memungkinkan orang menyimpan dan memutar gambar secara berurutan. Sejak saat itu, berbagai alat seperti kinetoskop mulai memperlihatkan bagaimana rangkaian gambar statis bisa tampak bergerak di mata penonton.
Memasuki awal abad ke-20, industri animasi berkembang pesat. Walt Disney menjadi salah satu tokoh yang memopulerkan animasi 2D lewat karakter kartun bersuara, dan sejak itu teknik ini terus berkembang hingga memasuki era digital, di mana software menggantikan sebagian besar proses menggambar manual.
Jenis-Jenisnya yang Paling Umum
Seiring waktu, beberapa jenis animasi 2D berkembang, dan industri kreatif memakainya secara luas:
- Animasi path. Objek bergerak mengikuti garis atau lintasan yang animator tentukan sebelumnya, misalnya kendaraan yang melaju mengikuti jalan.
- Animasi sel (cel). Animator menggambar setiap karakter dan latar secara terpisah pada lembaran transparan, lalu menyatukannya jadi satu adegan. Disney pun memakai teknik ini dalam film-film klasiknya.
- Cutout animation. Animator memotong karakter dan objek dari bahan datar (secara fisik atau digital), kemudian menggerakkan bagian per bagian tanpa perlu menggambarnya ulang di setiap frame.
Setiap jenis punya karakteristik visual yang berbeda, dan banyak studio modern menggabungkan beberapa teknik sekaligus dalam satu proyek.
Teknik Pembuatannya, dari Tradisional sampai Digital
Dari sisi teknik, animasi 2D terbagi menjadi dua pendekatan besar.
Secara tradisional, animator menggambar setiap frame secara manual di atas kertas atau media transparan, lalu memfotonya satu per satu agar tersusun jadi gerakan yang halus. Teknik siluet, misalnya, memakai bayangan dari potongan kertas atau kain di depan cahaya untuk menciptakan karakter yang unik, mirip seperti wayang kulit.
Sebaliknya, pendekatan digital memanfaatkan software khusus seperti Adobe Animate dan Toon Boom Harmony. Dengan bantuan teknik tweening, animator cukup menentukan posisi awal dan akhir sebuah objek, lalu software mengisi gerakan di antaranya secara otomatis. Animator tetap memakai teknik frame by frame untuk gerakan yang lebih detail, tapi prosesnya jauh lebih cepat berkat bantuan digital.
Contoh yang Paling Populer

Banyak tontonan yang Anda kenal sejak kecil ternyata memakai teknik animasi 2D, seperti Doraemon, Tom and Jerry, SpongeBob SquarePants, dan berbagai anime populer seperti Naruto dan One Piece. Semua karya ini menunjukkan betapa fleksibelnya gaya dua dimensi untuk menyampaikan cerita dari berbagai genre.
Di luar hiburan, gaya ini juga merambah ke dunia bisnis, mulai dari iklan produk sampai video edukasi perusahaan.
Kenapa Animasi 2D Masih Relevan untuk Bisnis
Meski teknologi terus berubah, animasi 2D tetap jadi pilihan utama banyak bisnis karena beberapa alasan. Pertama, prosesnya lebih cepat ketimbang animasi 3D, sehingga cocok untuk kebutuhan dengan tenggat waktu ketat. Kedua, biayanya lebih terjangkau, dan ketiga, gaya visualnya fleksibel untuk hampir semua jenis pesan, baik untuk promosi produk, video explainer, maupun materi edukasi.
Selain itu, animasi dua dimensi memudahkan penyampaian ide abstrak yang sulit Anda filmkan secara langsung, seperti proses kerja sebuah sistem atau konsep yang rumit. Karena itulah, perusahaan dari berbagai skala, mulai UMKM sampai korporasi besar, terus memakainya sampai sekarang.
Contoh Video dari Videolo Studio
Supaya Anda punya gambaran nyata, berikut beberapa animasi 2D yang pernah kami kerjakan untuk klien dari berbagai industri:
SIS Guard – Data Protection Software
AIA Financial – SDLC Explainer
Anda bisa melihat lebih banyak contoh lagi, lengkap dengan penjelasan tiap kategorinya, di bagian contoh penerapannya untuk berbagai industri.
Siap Membuat Video Animasi 2D Anda?
Sekarang Anda sudah tahu pengertian, sejarah, jenis, dan teknik di balik animasi 2D. Kalau Anda ingin tahu perbedaannya dengan animasi 3D sebelum menentukan pilihan, baca juga perbandingannya di sini.
Sejak 2020, Videolo Studio membantu bisnis, UMKM, dan instansi membuat video animasi 2D yang sesuai tujuan dan anggaran mereka. Jadi, ceritakan kebutuhan Anda, dan kami akan membantu Anda dari konsep sampai video siap tayang. Lihat juga panduan lengkap sebelum membuat videonya kalau Anda ingin tahu prosesnya lebih dulu.

